"Sesungguhnya manusia itu di ciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir,Apabila di timpa kesusahan ia berkeluh,Dan apabila mendapat kebaikan ,ia kikir {Qs.Al-Ma'aarij : 19-21 }
Sudah fitrahnya manusia terlahir dalam suasana batin yang serba keluh kesah,putus asa dan gemar menyerah diri pada berusaha mencari jalan yang benar,ke engggan melihat dari sudut yang berbeda telah menciptakan suasana tidak nyaman bagi diri kita sendiri.Dan percaya atau tidak,pikiran negativ itu akan berpengaruh jelek pada kita.
Coba kita renungkan kisah di bawah ini,apa yang bisa kita tangkap:
Ketiga orang ini adalah kawan saya,sebut saja nama mereka adalah mawar,melati dan anggrek,Mawar memiliki gaji $3,320 perbulan dan melati berpenghasilan $ 2.500 perbulan.dan anggrek berpenghasilan $ 4.000,ketiganya mempunyai impian yang sama ingin mmbangun rumah di kampung halamannya.mawar yang telah bekerja 2 tahun,memilih jalan meminjam pada bank,di tambah dengan budaya konsumtifnya,memang sangat susah membuat uang bersisa di akhir bulan,ujarnya suatu ketika,hutang bikin hidup lebih hidup! himpitan bunga yang memberatkan di tambah tingginya harga barang bangunan membuat mawar terus menambah hutang.
Tengah bulan adalah saat-saat membuatnya tegang,jeratan hutang,biaya status sosialnya dan lain nya menjelma menjadi duri dalam daging,belum lagi kepenatan fisik karena bekerja,ketegangan harus berhadapan dengan debt collector membuat hari hari mawar selama 2 tahun murung dan kusut.
Berbeda dengan mawar,melati yang baru 1 tahun di hongkong mengambil jalan yang lebih aman,ia mengirimkan gajih yang di milikinya setiap bulan nya,tidak ngoyo dan tanpa pusing menghadapi ocehan penagih hutang ia bangun rumah idamannya di kampung,kenyataannya 2 tahun berselang,melati dan mawar sama-sama memiliki rumah.
kisah mawar dan anggrek hampir serupa namun bedanya ending mawar dan anggrek ,kalo mawar di interminit majikannya namun anggrek tidak.
Respon manusia atas pemberian ALLAH memang bermacam - macam,semua tergantung bagaiman ia memandangnya ,Apakah kita termasuk hamba-NYA yang dapat melihat semua bentuk ketetapan ALLAH adalah bentuk kasih sayang-NYA atau tidak?.. cobalah simak ucapan ,cucu Rasulullah Ali Zaenal Abidin ketika sakit;
"Ya ALLAH,Aku tak tau bagai mana yang harus aku syukuri sehat atau sakitju? Di mana di antara pujian itu patut aku sampaikan pujian pada-MU? Apakah waktu sehat ketika ENGKAU senangka aku dengan rizki-MU yang baik dan karunia-MUdan ENGKAU giatkan aku dengan rizki itu untuk memperoleh ridho dan karunia-MU,ENGKAU kuatkan aku untuk melaksanakan ketaatanku pada-MU atau waktu sakitku ketika ENGKAU membersihkan dosaku dan meringankan dosa-dosaku yang memberati punggungku,menyucikan diriku dari liputan kesalahan mengingatkan aku untuk bertaubat kepada-MU dan menyadarkan aku untuk menghapus ke khilafanku dan melalaikan syukur atas nikmat-MU?"
Semua pemberian-NYA adalah nikmat.sehat,sakit,sedih,bahagia dan lain sebagainya,adalah kenikmatan dari ALLAH .IA mendidik kita dengan tangis kesedihan agar kita dapat merasakan nikmatnya tertawa bahagia,ALLAH mendidik kita dengan perpisahan agar dapat merasakan nikmatnya perjumpaan.
Apabila ketika di uji dengan sebuah peristiwa kita dengan cepat panik,putus asa,menggerutu dan memaki ketidak adilan ALLAH , hasilnya kita akan lebih senang mengambil jalan pintas,walau sebenarnya masih ada jalan yang lain.
Majikan cerewet,pelit dan jahat sebenarnya bukanlah alasan untuk berkeluh kesah terlalu panjang,kita berkeluh kesahpun,tidak akan merubah apa-apa,tambah parah bila kita sudah mulai menyalahkan ketetapan ALLAH terhadap kita,seandainya kita mau merenung sejenak,berapa banyak nikmat ALLAH yang telah kita kecap,berapa lama perbandingan penderitaan dan kebahagiaan yang kita alami? ingatlah janji ALLAH swt ,bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.dan ALLAH swt akan memberi kelapangan setelah kesempitan.Memang tak salah kalau kita membandingkan nasib dengan nasib orang lain yang lebih baik,itu penting sebagai pemompa spirit kita. Tetapi janganlah itu membuat kita rendah diri dan putus asa apalagi menyerah sebelum berbuat sesuatu.kebanyakan kita terlalu memikirkan sesuatu yang tidak ada,dari pada bersyukur atas nikmat yang telah ada,padahal apa yang ada itu walau jelek dan sedikit akan berguna apa bila kita bisa mempergunakan dengan baik.
Bazer Jamhar,seorang bijak menasehati,"kesulitan yang datang sebelum kemudahan itu laksana rasa lapar yang datang sebelum ada makanan."Dari nasehat itu kita bisa ambil pengertian,bahwa kesulitan akan menambah kenikmatan setelah pekerjaan kita selesai.Bukankah makanan akan terasa lezat,enak ketika kita makan dalam keadaan lapar?......
Maka dari itu alangkah tak layaknya bila terlalu cepat kita menyimpulkan,mengerutu dan berkeluh kesah.Masih banyak orang lain yang lebih menderita di banding kita.coba tengok saudara-daudara kita yang berada di daerah perang seperti iraq dan palestina.Atau saudara-saudara kita yang saat ini tengah berada di tempat-tempat musibah atau bencana,bukankah kondisi kita lebih baik?di sini,kita bisa bekerja dalam keadaan sehat.Gaji pun kita peroleh,memang pasti tentu tidak semua berjalan dengan sesempurna yang kita inginkan.Tapi percayalah yang tidaik sempurna itu akan terasa lezat setelah kita menyelesaikan tugas kita.
Maka,berhati-hatilah kita dengan keluh kesah karena itu akan membawa pada dosa dan mengingkari nikmat ALLAH.Wallahu a'lam bish shawab.