Hidup ini adalah perjuangan yang harus di teruskan.Sikap putus asa,seperti mengharapakan kematian,merupakan satu penyakit yang kronis yang harus di hindarkan jauh-jauh oleh siapapun yang menghendaki kesuksesan.Seorang hamba yang sholeh seharusnya berdo'a kepada ALLAH agar umurnya di panjangkan dan bukan sebaliknya mengharap kematian.Mengharapkan cepet mati agar kesusahan di dunia tidak timbul jelas di larang oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya:"janganlah salah seorang di antara kamu mengharap-harap kematian karena musibah yang menimpanya.Barang kali dengan berbuat kebajikan ia dapat memperbaikinya dengan yang lebih baik.Dan jika dia berbuat keburukan,barang kali dia dapat bertaubat."{ Bukhari dan Muslim }
Sebagai hamba ALLAH yang sholeh,sudah sewajarnyalah anada serahkan semua urusan kepada-NYA.Kehidupan yang bahagia dan umur yang lebih panjang malah sangat di harapakan oleh Rasulullah SAW.Beliau menyatakan: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling panjang usianya dan yang paling banyak kebaikannnya." { Ahmad,Tirmidzi dan Hakim }
Adapun musibah yang selalu menimpa kita anggaplah hal itu ujian dan tangtangan yang harus di hadapi dengan penuh optimisme dan bijaksana.tertimpa musibah bukan berarti merugi,bahkan sebaliknya banyak ganjaran dan ampunan dosa yang di berikan kepadanya.Nabi bersabda: "Tidak ada sesuatu pun yang menimpa seorang muslim baik berupa letih,sedih,duka,kesusahan sampai duri yang menimpanya kecuali ALLAH hapuskan dosa-dosanya dengannya, "{ Bukhari }
Orang yang bijaksana akan berusaha mengubah kesengsaraan itu menjadi kenikmatan dan mengubah kerugian menjadi keuntungan.Orang seperti ini selalu menyerahkan urusannnya kepada ALLAH hingga mata hatinya terang dan tenang.Ia bisa melihat kebaikan dan pahala pada musibah yang menimpanya di saat orang lain tidak bisa melihatnya.
Sebaliknya orang yang menyerahkan urusannnya kepada setan serta selalu mengharapakan kematian,sudah pasti penderitaan dan kesengsaraannya akan semakin sulit di selesaikan.Wajah dan hatinya akan senantiasa dirundung kesedihan,kemurungan dan kesengsaraan.
Kebahagiaan yang dinikmati seseorang sering kali muncul setelah sesuatu musibah itu menimpa.Tidak jarang harapan dan kesuksesan itu muncul dalam bentuk bencana.Betapa banyak kebaikan yang tersembunyi dalam sesuatu musibah.ALLAH berfirman:"Boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu.Dan boleh jadi pula engkau menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui,Sedang engkau tidak mengetahui." [A-baqarah:216 }
Oleh sebab itu , lihatlah sesuatu itu dengan mata hati yang bersih sebelum melihat dengan mata kepala.Renungilah sesuatu itu dengan hati jernih sebelum mendengarnya dengan telinga.Dengan demikian,Kita akan melihat secercah harapan dalam kesengsaraan.Kita akan mendengar suara optimisme dalam keputusasaan.Janganlah kita membenci musibah ketika menimpa kita malah sebaliknya kita harus berdo'a:Allahumma ajjirni fi musibati wakhlufni khairan minha."{ Ya ALLAH,pahalakanlah pada musibahku ini dan gantikanlah ia dengan yang lebih baik dari padanya }. Wallahu A'lam.