Gabungan nama's posts with tag: iman
Umpama pepatah mengatakan langit tidak terlalu cerah,begitulah juga dengan untung nasib dan ketentuan manusia,Bahkan,dalam meniti perjalanan hidup,pasti ada pada satu masa seseorangmelalui titi kesengsaraan dan kekecewaan. Bahagia dan ketenangan hati yang di kecap sekian lama umpama lenyap begitu saja.Tiada siapa yang menyangka,dengan sekelip mata mungkin kehilangan orang yang dikasihi orang-orang yang tersayang dalam hidup kita,atau kisah lain mungkin dapat PHK. Kebanyakan mungkin merasa kecewa,sedih dan tertekan pada permulaannya,fikiran buntu mengenang kehidupan diri dan keluarga selepas itu. Lebih di takuti apabila akhirnya menyalahkan takdir,bahkan ada yang membunuh diri atau melakukan perkara yang tidak waras akibat tekanan hidup. "ALLAH TIDAK MEMBEBANI SESEORANG MELAINKAN SESUAI DENGAN KESANGGUPAN NYA." Tidak sedikit yang mudah berputus asa dari pada memikirkan cara menangani masalah dan ujian itu.Kalaupun masalah itu tidak dapat di atasi,perlu menerimanya dengan ridha dan yakin pasti ada hikmah yang tersembunyi di balik peristiwa pahit itu. Mungkin hikmah itu terselindung di sebalik material duniawi.Manusia yang beruntung adalah yang mendapat keridhan-NYA.Ketika menjadikan akhirat dan keridhan ALLAH itu sebagai tujuan utama,maka segala ujian yang bersifat keduniaan itu remeh saja. ALLAH adalah pencipta manusia,DIA mengetahui bahwa pasti ada hamba-NYA yang akan bersedih akibat mengalami 'zaman kejatuhan'.malah Rasulullah saw sendiri pernah bersedih antaranya ketika baginda di usir dan di kasari penduduk Taif sehingga kepalanya berdarah,ketika coba berdakwah selepas kematian isteri baginda,Siti Khadijah dan paman nya. Banyak sekali nas yang membicarakan pelbagai aspek perasaan itu dalam al-Qur'an.Antaranya dua ayat yang di ulang yaitu: "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Alam Nasyrah :5-6 ) Untuk selamat dari azab ALLAH,mendapat pahala dan rahmat-NYA serta masuk syurga,perlu menahan nafsu terhadap keinginan dunia selain sabar menghadapi kesulitan dan musibahnya. Tatkala bersedih menghadapi kesulitan,pasrah dan sabar dengan ujian-NYA,Rasulullah saw membawakan kabar gembira: "Barang siapa sakit semalaman,dia sabar dan rela kepada ALLAH,maka bersih dosanya bagaikan ketika dia lahir daripada perut ibunya......" Sebagai insan yang mengaku bahwa Allah itu Robbnya dan Nabi Muhammad itu pesuruh ALLAH,yakinlah bahwa segala kesulitan yang di hadapi dengan sabar itu membawa sedikitpun kerugian melainkan peluang untuk mendekatkan diri dengan pintu syurga. Mungkin diri selalu di timpa kesulitan,tapi bersyukur karena masih hidup dan memiliki kudrat untuk merubah kesulitan itu malah masih ada orang lain yang lebih berat tekanan dan cobaannnya. Adakah kesulitan itu lebih pedih daripada kesulitan yang di tanggung nabi dan Rasul ALLAH? Adakah sakit itu lebih parah dari pada penyakit Nabi Ayub? Adakah susah itu lebih parah dari pada tangtangan yang di hadapi Rasulullah saw? Benar,mereka kekasih ALLAH,tapi yakin di balik kesusahan,pasti ada insan lain yang lebih sukar kehidupannya.ketika sedih,Fikirlah mengenai kebahagiaan yang sudah lama di peroleh,kesenangan itu mungkin membuatkan diri terlalai. "Kesusahan dan kesulitan itu sebenarnya akan menguatkan hati,menghapuskan dosa,menghancurkan ujub,menguburkan kesombongan,meluruhkan kelalaian,menyalakan lentera zikir,menarik empati sesama,menjadi do'a yang di panjatkan orang shaleh,mewujudkan ketundukan dan penyerahan kepada Yang Maha Esa,sebagai sebuah peringatan diri,sebuah upaya menjaga hati denagn sabar,sebuah persiapan menghadap Tuhan dan sebuah celaan untuk tidak cenderung kepada dunia,merasa aman dan tenang dengan nya." Biar berat dan berat,susah dan susah.Tetap dalam kebenaran.Tetap di jalan yang lurus.ALLAH ada.ALLAH melihat,dan ALLAH tak akan menyengsarakan hamba-hambaNYA yang sabar dan tawakkal.pasti, Jika terpaksa mengadu dan mengeluh....mengadu segala kegelisahan,kesulitan dan kesedihan itu hanya kepada ALLAH SWT.Mohon dengan penuh tawadzuk dan berharap kepada-NYA di samping berusaha mengubah keadaan,niscaya akan DIA perkenankan,karena itulah janji-NYA: 'Berdo'alah kamu kepada-KU,Niscaya akan AKU perkenankan bagi mu ". Tetap teguh dalam keimanan.Genggam erat pantang lepas bagaimana jua keadaan nya.ALLAH bersama kita.InsyAllah.... Amiiiin
Jika mengambil sedikit masa dan memperhatikan perjalanan kehidupan,akan mendapati bahwasanya ALLAH SWT.Sebenarnya telah memberikan banyak peluang.ALLAH masih membuka peluang untuk bertaubat kepada-NYA.Nyawa masih di panjangkan ke hari ini adalah tanda rahmat dan kasih sayang-NYA.Bayangkan sekiranya di matikan tadi malam.Bagaimanakah agaknya pengakhiran kita? "Setiap yang bernyawa itu akan merasai kematian,dan sesungguhnya semua akan di perhitungkan di hari kiamat.Barang siapa yang di selamatkan dari api neraka kemudian dia di masukan ke dalam syurga,maka itulah kemenangan yang sebenarnya dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan kesenangan yang memperdaya" ALLAH menunjukan akan arti kebahagiaan,kesenangan yang sebenarnya.Yaitu kemenangan yang sebenarnya adalah apabila diselamatkan dari api neraka dan di masukan ke dalan syurga.Itulah kemenangan yang sebenarnya.Ada baiknya saban hari lontarkan kepada diri satu pertanyaan,apakah sudah layak mendapat kemenangan yang sebenarnya? "Barangsiapa yang membuat amal kebaikan walau sebesar zarah,tetap akan dihitung.Barang siapa yang membuat amal kejahatan walau sebesar zarah,tetap akan di hitung" Perhitungan ALLAH di akhirat nanti sedemikian ketat.karena itulah ALLAH yang menceritakan suasana di akhirat nanti,akan ada orang-orang yang ingkar di dunia yang berkata;"Alangkah baiknya jika aku jadikan sebagai tanah" Kadangkala merasakan diri sudah bagus,besar,tinggi,hebat dan sempurna serta betul senantiasa.Ego yang menggunung ke angkasa menjadikan tidak menyadari kecacatan diri.Gores hati pelbagai orang dengan sikap,langgar pelbagai ajaran ALLAH,lupakan pelbagai ajaran Rasulullah S.A.W dan....TETAP YAKIN MASUK SYURGA??
Terlalu banyak rasanya yang hendak di tulis,tetapi diri susah mencari kata.Hanya tersimpan dalam rasa dan jiwa,juga terlalu banyak yang diri rasa,tetapi tidak semua mampu di terjemahkan dengan kata-kata. Sebagai mana Jalaludin Rumi,Kehangatan bara cintanya terhadap kekasih paling Agung hanya beliau yang merasakanya,Untaian bait-bait puisinya,hanyalah percikan dari api cinta.Sedangkan api cinta itu sendiri,Wallahhu a'lam,Hanya kekal menjadi rahasia antara al-Rumi dan kekasihnya,bagaimanakah bentuk,rupa,panas dan bakarannya. Siapalah diri ini....,tidaklah sampai ketingkatan al-Rumi itu-jauh sekali-kehidupan harian saja,sudah tak terjangkau untuk menerjemahkannya. Sunnatullah Dia menciptakan bila datangnya susah,pasti ada senangnya,Bila berhadapan dengan kesulitan,disana ada kemudahan,Apabila sakit,didalam nya terkandung sehat dan kesembuhan,Bila ada masalah,di dalam nya juga tersedia penyelesaian. Kadang-kadang diri tersilap dalam bertindak,terlanjur pula membuat dosa.Di dalam rasa berdosa itulah adanya keampunan ALLAH,Dengan diri bertaubat.Di dalam berat dan ringan.Begitulah,didalam jalal-NYA ada Jamal.Di dalam Jamal ada Jalal. Segala kesakitan,kepedihan,kesusahan,kesulitan, dan keperihan karena Dia memperlihatkan jalal-Nya.Tetapi ALLAH tidak pernah meninggalkan hamba-NYA begitu saja.DIA memberi penawar,kemanisan,kemudahan,kesenangan,keampunan dan penyelesaian di dalam ujian-ujian tersebut,Di situ terlihatlah Jamal-NYA,sifat-sifat-NYA yang indah,pengasih,penyayang, MAHA lembut dan sebagainya. Inna ma'al'usri yusra,seiring dengan kepayahan itu juga terdapatnya kemudahan dan jalan keluar.Diri ini tak sepatutnya buntu,seolah,Di depan diri hanya ada jalan mati.Kalau satu pintu penyelesaian untuk masalah tertutup,di sana terbuka 99 pintu yang lain lagi.Diri tidak patut berputus asa.Sebanyak manapun kesulitan diri,janganlah diri berputus asa dari Rahmat ALLAH. Sebenarnya suka duka dalam kehidupan,senyum dan tangis,keuntungan dan kerugian,kegagalan dan kejayaan,kesehatan dan kesakitan,rasa lapang dan sempit adalah Lumrah.Ianya akan silih berganti sebagaimana silih bergantinya malam dan siang. Sebagai hamba yang punya sepercik Iman,menjadi tanggung jawab diri untuk bersabar bila mana di uji dengan pelbagai kesulitan,tekanan dalam jiwa,musibah dan bala.Dan...tatkala di karunia nikmat,kesenangan dan karunia,diri mestilah bersyukur.Hanya dua,bersabar dan bersyukur.Alangkah indahnya,kedua-dua situasi yang di hadapkan kepada kita akan menghasilkan pahala berganda-ganda.Setiap detik orang berIman tidak sia-sia....amiiiin.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai ding! in, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin...
Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat ....................
| |