Gabungan nama's posts with tag: hati
HATI-HATI DENGAN HATI "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi,lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta,tetapi yang buta,ialah hati yang di dalam dada"(QS AL-Haj{22}:46). URGENSI HATI Hati merupakan salah satu organ internis manusia yang terpenting,Ia menjadi tempat seluruh perasaan jiwa,kekuatan pikiran dan keyakinan manusia. Perasaan cinta,benci,bahagia,gelisah,marah,takabbur,tawadhu,yakin dan ragu muncul di hati. Karenanya hati sangat menentukan baik dan buruk manusia secara menyeluruh.Sebagaimana sabda Rasulullah saw,'Ingatlah bahwa di dalam tubuh manusia da segumpal organ,bila ia baik maka baiklah seluruh tubuh manusia itu.Dan bila dia rusak,maka rusaklah seluruh tubuhnya.Organ itu adalah hati (qolbu)"(HR Bukhari 1/126 dan Muslim X1?27,28). Dengan demikian menjaga kesehatan hati berarti menjaga manusia secara keseluruhan.Sedangkan membiarkan hati rusak sama dengan merusak manusia itu sendiri. Hal ini sangatlah rasional mengingat hati adalah tempat bersemayamnya keyakinan yang akan menentukan visi hidup seorang dan menentukan mutunya. Ayat di tas menjelaskan bahayanya hati yang buta yang tidak pernah bisa memahami makna kehidupan dan tidak dapat mengambil ibrah (pelajaran) dari kehancuran kaum-kaum sebelumnya.Tidak bisa membedakan haq (benar) dan batil. Ketika menafsirkan ayat tersebut,Ibnu Katsir-rahimahullah.menukil ucapan Ibnu Abi'd Dun'ya,'Sebagian ahli hikmah pernah mengatakan:Hidupkan hatimu dengan mauizhah (nasehat).Sinari ia dengan tafakkur(kontemplasi,perenungan).matikan dengan zuhud,kuatkan dengan keyakinan,hinakan dengan kematian,putuskan dengan kehancuran,perlihatkan kepahitan dunia,tanamkankan kewaspadaan terhadap perputaran waktu,perlihatkan padanya berita-berita kaum terdahulu,ingatkan dengan apa yang menimpa orang-orang sebelumnya,perjalanan ia ke negri-negri mereka dan bekas-bekas peninggalan mereka dan biarkan hati itu melihat apa yang telah mereka perbuat dan kehancuran serta kebinasaan yang menimpa mereka"(Tafsir Ibnu Katsir III/438-439). PEMBANGKITAN HATI Merajuk pada ayat-ayat Al-Qur'an,para ulama membagi hati menjadi 3(tiga)macam: 1.Al-Qalb As Salim (Hati Yang Suci Bersih) Inilah hati yang akan membawa kebahagiaan dunia dan kahirat bagi pemiliknya sebagaimana firman ALLAH:"Pada hari di mana tida gunanya lagi harta dan anak,kecuali orang yang datang kepada ALLAH dengan hati yang sehat."(Q.S.Asy Syu'araa'(26):88-89). Salim atau sehat adalah lawan sakit.Artinya hati tersebut sehat dan selamat dari semua penyakit syahwat yang menentang perintah ALLAH dan larangan-NYA.Juga sehat dan selamat dari semua penyakit syubhat yang menentang berita-NYA.karenanya,ia selamat dari penyembahan kepada selain ALLAH.Jika ia cinta,maka cintanya karena ALLAH,Dan ia benci,maka bencinya pun karena ALLAH. Inilah hati yang bersih dari noda,sehingga menjadi jernih dalam melihat,menimbang dan menilai sebuah masalah,Ia menjadi lembut dan memiliki empati,sehingga mudah tersentuh,memiliki kecerdasan emosi,sehingga menjadi sangat terkendali dan jauh dari sifat-sifat kekakuan,kekasaran dan kekerasan.Sementara itu kuat artinya tahan bantingan,tidak mudah retak apalagi pecah,Hati yang bersih melahirkan sifat sabar tangguh,tidak mudah kusut dan menyerah ketika menghadapi ujian,tangtangan,dan cobaan. Walhasil,terkumpul padanya semua jenis kebaikan dan kebajikan.Dalam konteks kehidupan rumah tangga,maka hati yang bersih yang di miliki oleh seorang suami dan istri akan menghadirkan keharmonisan kehidupan rumah tangga sehingga menjadi rumah tanggga,sakinnah ,mawaddah,warrahmah.amiin 2.Al Qalb Al Mayyit (Hati yang Mati) Hati yang tak ada kehidupan di dalamnya,sehingga tidak mengenal Robbnya dan senantiasa hidup dalam gelimang dosa dan maksiat.Tidak pernah berubah meskipun sudah dibombardir dengan ayat-ayat ALLAH dan Hadits-hadits Nabi Saw seperti di sinyalir dalam firman ALLAH:"Sesungguhnya orang-orang kafir,sama saja bagi mereka,kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan,mereka tidak akan beriman.Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka,dan penglihatan mereka di tutup.Dan bagi mereka siksa yang amat berat"(QS.A-Baqarah(2):6-7). Hati yang semacam ini jika sudah menang dengan syahwatnya,maka tidak akan pernah memperdulikan lagi TUHANnya ridha atau tidak.Karenanya,ia menyembah kepada selain ALLAH.Jika ia cinta,maka cintanya karena hawa nafsunya.Dan jika ia benci,maka bencinyapun karena hawa nafsunya.Hawa nafsu benar-benar menjadi imamnya.Panglimanya adalah Syahwat,sopirnya adalah kebodohan dan kendaraannya adalah kelalaian. Karenanya bergaul dengan pemilik hati ini adalah penyakit.Berinteraksi dengannya adalah racun dan duduk bersamanya dalah kebinasaan. Hati yang buta sebagaimana di singgung ayat di atas adalah analogi dari dari hati yang mati ini.Selain itu,Al-Qur'an menyamakan jenis hati ini dengan batu yang keras sebagaimana firman ALLAH,"Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu,atau lebih keras dari itu......"(QS Al-Baqarah(2)74),yang di cirikan dengan munculnya sifat-sifat tercela. Ibarat besi,hati yang mati itu telah berkarat sehingga susah,Jika tidak boleh di bilang mustahil-untuk di harapkan hidup,apalagi bersih. ALLAH SWT berfirman,"Sekali-kali tidak (demikian).Bahkan telah menutupi hati mereka karena apa-apa yang mereka kerjakan."(QS. Al-MMuthafffifin(83):14).Sehingga yang dominan dalam hidupnya adalah kekufuran,kezhaliman,dan kemaksiatan serta keburukan. Dan Al-Qur'an ketika menyinggung hati yang mati,konteksnya adalah orang-orang kafir.Karena itu,seorang mukmin harus selalu mewaspadai diri untuk menjauh dari hati yang mati ini.Keluarga SAMARA hanya ada dalam mimpi tidak kan pernah terealisasi jika suami dan istri hatinya mati. 3.Al Qalb Al Maridh ( Hati Yang Sakit ) Hati yang terdapat di dalamnya kehidupan,namun juga terdapat penyakit.Antara Mahabbatullah ( Mencintai ALLAH ) Mahabbatusy Syahawaat (Mencintai Syahwat)bertarung dan berkecamuk menjadi satu dalam hati.Inilah hati orang-orang munafik.ALLAH SWT Berfirman:"Dalam hati mereka ada penyakit,lalu ditambah ALLAH penyakitnya;dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta"(QS Al-Baqarah(2)10). Al Qur'an menyinggung hati semacam ini ketika berbicara tentang sifat-sifat orang-orang munafik.Karenanya jenis hati ini pun berbahaya.Namun masih ada harapan untuk sembuh.Sebab,setiap penyakit pasti ada obatnya. Akhirnya,mari kita hati-hati dengan hati kita.Karena masa depan manusia di tentukan oleh hati.Shalat,Zakat,Infaq,sedekah,puasa,haji,tilawah Al-Qur'an,memperbanyak dzikir,tafakkur,aktif berdakwah dan beragam amal shalih lainnya adalah terapi hati yang pasti JITU karena hal itu perintah ILLAHI.
" Apabila di sebut nama ALLAH, lalu gemetarlah hati-hati mereka ". ( AL Anfal:2 ) Hati umpama wadah,berebutlah,malaikat dan syaitan untuk mengisinya. Hati adalah cermin,tempat bertarung pahala dan dosa yang menentukan martabat manusia apakah lebih mulia atau lebih hina dari pada hewan melata. Hati yang sejahtera akan mengenali penciptanya sehingga datang rasa takut akan-NYA."Aapa bila di sebut nama ALLAH,lalu gemetarlah hati-hati mereka".(Al-anfal:2) Hati juga laksana wadah yang terbuka.Seandainya kesucian dan kesejahteraannya tidak di jaga,tiada tempat baginya taufik dan hidayah ALLAH. Kekurangan harta benda di anggap sebagai kemiskinan yang mengancam.Padahal miskin sejati ialah tidak puas dengan apa yang ada. Hati yang tanpa panduan hidayah berlayar di lautan harta yang melimpah,akan rusak,karam di hempas gelombang nafsu ego,rakus,hasad dengki,cinta dunia,bakhil,riya;ujub dan 1001 macam kuman mazmumah. Penyakit takut mati dan cinta dunia ini yang di takuti oleh Nabi akan menimpa umatnya sehingga tiba-tiba ia menangis karena tidak dapat menahan hatinya. Manusia yang gila akan harta,usianya di habiskan dengan memeras otak dan keringat demi memburu harta yang belum di dapat,sedangkan yang di tangan di genggam erat-erat .Semakin menggunung tumpukkan harta semakin suram cahaya hatinya. Tidak salah meraih harta kekayaan seandainya perintah dan larangan ALLAH tidak di abaikan.Tidak salah memiliki harta andainya di gunakan untuk jalan ALLAH.Menjadikan harta itu untuk kemudahan beragama,ilmu pula paduannnya,pengalaman itu hikmahnya. Bila manusia rusak fikirannnya,ia tidak pandai untuk berterima kasih kepada orang yang banyak berjasa padanya.Apatah lagi bila hatinya rusak,manusia tidak akan tahu lagi untuk bersyukur kepada ALLAH yang Maha memberi. Kemewahan yang di miliki sering membelengggu pertimbangan diri.Timbunan harta hanya di simpan,di takuti akan berkuranga.Harta yang di titipkan ALLAH sepatutnya di salurkan untuk memenuhi keperluan diri,keluarga dan masyarakat di sembunyikannya,meski tahu jutaan manusia sengsara.Ibadah dari pada ALLAH dan Rasul-NYA serta berjihad di jalan-NYA,maka tunggulah sampai ALLAH memberikan keputusan-NYA."Dan ALLAH tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik"....(9:24) Aku tidak mau menjadi penyebab si mujahid lengah akan tanggung jawabnya yang lebih besar...tanggung jawabnya untuk Ad-Din ini...Tapi sangggupkah??....sanggupkah diri ini hanya memperoleh sebecis hati si mujahid yang telah sarat dengan cintanya kepada yang lebih berhak??Sanggupkah diri ini sering di tinggalkan tatkala si mujahid perlu ke medan juang??Malah sanggupkah diri ini melepaskan si mujahid pergi sedangkan hati ini tahu si mujahid yang teramat di cintai mungkin akan gugur di medan juang??...Sanggupkah??? Ya ALLAH... layakkah diri ini menginginkan suami semulia Rasulullah...sedangkan diri ini tidak sehebat khadijah maupun Aisyah...Lihat saja isteri-isteri Nabi...Ummul-muslimin....Ummi-Ummi kita...lihat saja perjuangan dan pengorbanan mereka...lihat saja ketabahan hati mereka....sehingga setelah di beri pilihan antara cinta duniawi dan cinta mereka terhadap ALLAH dan Rasul...Wahai Nabi,katakanlah kepada isteri-isterimu"Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya,maka kemarilah agar Ku berikan kepadamu harta dan Ku ceraikan kamu dengan cara yang baik"(33:28) ALLAH dan Rasul tetap menjadi pilihan! Mampukah aku menjadi seperti mereka??Mampukah aku membuat pilihan yang sama kelak,setelah mabuk di lautan cinta kehidupan berumah tangga??Mampukah aku mengingatkan si mujahid tatkala dia terlupa dan terlena dari cintanya dan tugasnya demi ROBB-nya?? Atau aku juga akan turut hanyut malah lebih melemaskan lagi si mujahid dengan cinta duniawi?? Ah sudah wahai hati,hentikan saja angan-anganmu,hentikan saja kiraan waktumu...... Masanya belum tiba untuk kau memiliki si mujahid,karena kau sendiri belum lagi menjadi seorang mujahidah yang benar!!Hati,janganlah kau sibuk mengejar cinta si mujahid,tetapi kejarlah cinta Penciptanya......Hati,janganlah kau lenakan aku dengan angan-anganmu....sedangkan masih terlalu banyak ilmu yang perlu ku raih...... Hati,sadarkah engkau ujian itu sunnah perjuangan??...tapi kau masih terlalu rapuh untuk menghadapinya.....kau perlu tabah!!dan aku tahu,kau tak mampu untuk menjadi sebegitu tabah hanya dalam sehari dua hari...Duhai hati....bersabarlah....teruskan do'amu....hari itu akan tiba jua....pabila engkau telah bersedia menghadapinya kelak.....Bersabarlah............!!! SPECIAL TOEK YANG NGERASA AZA Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'" (HR. Bukhori) Kedudukan Hadits Hadist ini shahih menurut syarat Bukhori dari sahabat Rasulullah An-Nu'man bin Basyir Musytabihat Musytabihat adalah segala sesuatu yang belum diketahui secara jelas hukumnya, apakah termasuk halal atau termasuk haram. Mustabihat sifatnya nisbi, artinya ketidakjelasan tersebut terjadi pada sebagian orang dan tidak pada semua orang. Dengan demikian tidak ada satu pun sesuatu yang mustabihat secara mutlak, dimana semua orang tidak mengetahui kejelasan hukumnya. Musytabihat dapat terjadi dalam 2 keadaan sebagai berikut: 1. Ketika para ulama tawakuf tentang hukum suatu masalah. 2. Ketika seseorang yang bukan ulama merasa tidak mengetahui secara jelas tentang hukum suatu masalah. Dalam kedua keadaan tersebut semestinya seseorang tidak melangkah sehingga perkaranya sudah jelas, baik tatkala ulamanya sudah tidak tawakuf lagi atau sudah menanyakan kepada ahlinya. Menghindari Mustabihat Identik dengan Menjaga Agama dan Kehormatan -
Orang mukmin berkewajiban untuk memelihara agama dan kehormatannya. Kewajiban ini bisa terlaksana dengan cara menghindari Mustabihat. Hal itu karena:Dengan menghindari Mustabihat maka secara otomatis dia terhindar dari yang haram dan dengan terhindar dari yang haram terjagalah agamanya. -
Adakalanya orang yang tidak menghindari Mustabihat akan dianggap orang yang rendah agamanya dan tidak memiliki ketaqwaan, dengan demikian ternodailah kehormatannya. Berbeda jika dia menghindari Mustabihat maka aggapan seperti itu akan jauh darinya, dengan demikian terjagalah kehormatannya. Menerjang Mustabihat Identik dengan Menjerumuskan Diri ke dalam Keharaman Orang mukmin dilarang melakukan sesuatu sehingga dia mengetahui hukumnya, maka seseorang yang menerjang Mustabihat dia akan terjerumus ke dalam yang haram ditinjau dari 2 sisi sebagai berikut : -
Melanggar larangan, karena telah melakukan sesuatu yang belum jelas hukumnya. -
Bisa jadi yang dia lakukan hukumnya haram sementara dia tidak menyadarinnya karena belum jelas hukumnya. Sesuatu yang Diperselisihkan Hukumnya Tidak Identik dengan Mustabihat. Banyak masalah yang diperselisihkan status halal dan haramnya oleh para ulama. Tindakan menyelamatkan diri dari perbedaan ulama adalah suatu kemuliaan, namun tidak dalam seluruh masalah. Memilih pendapat yang lebih kuat, sekalipun dinilai haram oleh pihak yang lain, tidaklah termasuk menerjang Mustabihat apalagi menerjang keharaman. Hati, Otak Dan Akal Hati Adalah tempat bersemayamnya akal dan rumah ruh. Akal adalah alat untuk memahami dan mangetahui baik-buruk dan benar-salah. Sedangkan otak adalah penyampai data kepada akal. Dengan demikian, yang bisa memahami dalil-dalil syariát adalah akal.
Taufik Ismail: Kerendahan Hati Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya Jadilah saja jalan kecil, Tetapi jalan setapak yang Membawa orang ke mata air Tidaklah semua menjadi kapten tentu harus ada awak kapalnya…. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu Jadilah saja dirimu…. Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
| | | | Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama, sahabat-sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang berbuat baik kepada kami dan bagi kaum muslimin muslimat, mukminin dan mukminat, wahai Tuhan penguasa alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa. Amin Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memelihara wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, Ya Allah peliharalah wajah kami dengan kemudahan rezeki dan jangan Engkau merendahkan kami dengan kesempitan rezeki-Mu. Maka peliharalah diri kami dari meminta-minta hajat kami kecuali kepada-Mu dengan kemurahan dan kaunia-Mu. Wahai dzat yang paling penyayang. Amin Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu kami mohon pertolongan, terimalah doa kami, Wahai Tuhan Kekalian Alam. Amin Ya Allah, peliharalah kami dari musibah yang Engkau turunkan, berikanlah kami nikmat-nikmat-Mu dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan, bukan hamba-hamba yang mendapat ujian, dengan rahmat-Mu, Wahai yang paling penyayang diantara yang penyayang. Anugerahkan kepada kami kesehatan lahir dan bathin. Amin Wahai Yang Maha Lembut, Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima tobat lahi Maha Penyayang.Amin Ya Allah, yang melepaskan kesulitan, yang menghilangkan kesedihan, yang memenuhi permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Amin | | | | | | |
Lagu ini adalah kenangan ku bersamanya,...sekarang hanyalah tinggal kenangan.... | Kemesraan | | | | | | | Munajat Cinta | | Self Titled | | The Rock Ft Ahmad Dhani | | | Aku Datang Untuk Mencintaimu | | Untukmu Selamanya | | Ungu | | | 02 Untukmu Selamanya | | UNTUKMU SELAMANYA | | U N G U | |
Jiwa adalah pangkal utama penyebab perbuatan dosa. Jiwa adalah pusat manusia berpikir dan merasa. Jiwa juga merupakan medan pertempuran antara pasukan Ilahi dan pasuka setan. Jika pasuka Ilahi mengalahkan pasukan setan, maka manusia akan menjadi hamba yang saleh. Tetapi sebaliknya, jika pasukan setan mengalahkan pasukan Ilahi, maka manusia akan menjadi sahabat setan dan musuh Allah dan para kekasih-Nya. Topik ini akan kami ringkas ke dalam pembahasan:
1. Kepribadian dan kemuliaan diri ('izzatun nafs) 2. Perbaikan ekomoni untuk kemulian diri
Kepribadian dan kemuliaan diri Allah swt menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia, dan mengkaruniakan kepadanya potensi yang paling istimewa.
Allah swt berfirman: "Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin memiliki 'izzah (kemuliaan diri)." (Al-Munafiqun/63: 8)
"Kami telah memuliakan anak-cucu Adam, Kami bawa mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik, Kami berikan kepada mereka keutamaan yang sempurna ketimbang kebanyakan makhluk-makhluk yang telah Kami ciptakan." (Al-Isra'/17: 70)
Rasulullah saw bersabda: "Seseorang tidak akan berdusta kecuali karena kehinaan pribadinya." (Biharul Anwar, jld 72, hlm 249)
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata dalam mutiara hikmahnya: "Hitunglah bahwa kamu adalah makhluk yang kecil, dan dalam dirimu ada alam yang paling besar. (Nahjul Balaghah, hikmah 456)
"Celakalah orang yang tidak mengenal kadarnya." (Nahjul Balaghah, hikmah 149)
"Orang yang berilmu adalah orang yang mengenal kadarnya, sempurnalah kejahilan seseorang yang tidak mengenal kadarnya." (Nahjul Balaghah, khutbah 16)
Imam Zainal Abidin (sa) berkata: "Barangsiapa yang mulia dirinya, maka dunia hina (kecil) di hadapannya." (Tuhaful 'Uqul, hlm 318)
Memperbaiki ekomoni untuk menjaga 'izzah
Rasulullah saw bersabda: "Bukanlah dari golongan kami orang yang memiliki kesempatan yang luas, tetapi ia menelantarkan keluarganya."
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: "Sesungguhnya Allah Maha Indah mencintai keindahan, dan suka melihat pengaruh kenikmatan-Nya atas hamba-Nya." (Furu' Al-Kafi, jld 6, hlm 438)
Mengatur Waktu
Rasulullah saw bersabda: "...Wahai raja yang celaka dan ghurur (tertipu oleh hawa nafsunya), aku tidak mengutus (seseorang) kepadamu agar kamu mengumpulkan dunia dari sebagian orang untuk sebagian yang lain. Tetapi aku mengutus kepadamu agar kamu tidak menolak permohonan orang yang mazhlum, karena sesungguhnya aku tidak menolaknya walaupun permohonan itu dari orang yang kafir. Bagi orang yang berakal selama tidak dikuasai (hawa nafsunya), ia dapat membagi waktu: waktu untuk bermunajat kepada Tuhannya, waktu untuk muhasabah (evaluasi) diri, waktu untuk mentafakkuri ciptaan Allah, waktu berkhalwat untuk merenungi bagian dirinya dari apa-apa yang halal. Sesungguhnya waktu ini dapat membantu waktu-waktu yang lain, mengistirahatkan hati dan mengosongkannya..." (Al-Wasail 16: 96)
Rasulullah saw bersabda: "Malaikat pencatat amal baik pemimpin malaikat pencatat amal buruk. Ketika seorang hamba melakukan amal buruk, malaikat pencatat amal baik berkata kepada malaikat pencatat amal buruk: Jangan terburu-buru, tunggu ia tujuh jam, setelah berlalu tujuh jam dan ia tidak memohon ampun, malaikat pencatat amal baik berkata: catatlah, hamba ini tidak punya rasa malu." (Al-Wasail 16: 70)
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berwasiat kepada puteranya Al-Hasan (sa): "Wahai anakku, orang yang fakir tidak lebih parah dari orang yang jahil, dan tidak ada yang lebih parah dari orang yang tak berakal. Wahai anakku, seorang mukmin memiliki tiga waktu: waktu untuk bermunajat kepada Tuhannya, waktu untuk muhasabah (evaluasi) diri, waktu untuk berkhalwat antara dirinya dan kelezatan yang dirasakan dirinya dalam hal yang dihalalkan dan terpuji. Dan dalam tiga waktu itu seorang mukmin harus menjadi orang yang memiliki penghidupan yang baik, bagian untuk akhirat, atau kenikmatan dalam rizki yang halal." (Biharul Anwar 1: 88).
Lebih rinci Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Orang yang berakal semestinya memiliki empat waktu: (1) waktu untuk bermunajat kepada Tuhannya, (2) waktu untuk muhasabah (merenungi diri), (3) waktu untuk mentafakkuri makhluk Allah swt, (4) waktu untuk mencari nafkah untuk keperluan makanan, pakaian dan kebutuhan keluarganya."
Mirza Muhsin Al-'Ushfur mengatakan dalam bukunya Ta'bir ru'ya Al- Manam: waktu untuk makan, minum, hubungan suami-isteri, tidur dan lainnya cukup sepertiga dari sehari-semalam (24 jam). Seorang mukmin harus mengatur dan membagi waktu: waktu untuk urusan dunia dan waktu untuk urusan akhirat. Al-Kasyani seorang ulama ahli hadis mengatakan dalam kitabnya Manhaj An-Najah: Syariat mengizinkan seseorang untuk tidur (istirahat) selama 8 jam dalam sehari-semalam, yakni sepertiga dari 24 jam. Jika seorang berusia 60 tahun, maka waktu tidurnya adalah 20 tahun.
| |