Aku yang dulunya begitu teguh menjaga batas-batas hubungan lelaki dan perempuan,"tewas"setelah meneguk madu cinta kasih dari seorang manusia.
Ilmu dan pendidikan yang di terima tak mampu menyelamatkan aku yang hanyut dalam arus cinta seorang manusia.Cinta itu telah jauh menghanyutkan aku.Telah mengikis rasa malu dalam diri suci seorang wanita.
Betapa cinta manusia itu telah menurunkan tabir keimanan yang ku bina.Telah menipiskan rasa taqwa dan percaya pada ALLAH.Hilang adab sopanku pada lelaki asing yang ku sangka halal buat diriku.Aku tak berhati-hati dengan ilmu yang di miliki dan pengalaman yang di lalui muslimah lain lalu menyeret aku ke kencah percintaan,melunturkan semangat jihad dalam jiwa lemah seorang wanita.
Syaitan berjaya memperdaya aku dalam lapangan cinta ini hingga tidak mampu aku menolak bisikan dan godaannya.Nasihat dan teguran-teguran yang sampai di hati dan pendengaran ku biarkan luput dalam angin maksiat dosa.
Namun,aku bersyukur tersentak oleh rasa ingin meninggalkan semua itu.Ku ingin memulihkan hati yang jahil,alpa dan durhaka,ternoda dan dinoda.Ku bersyukur karena masih mampu menahan diri dari terlibat lebih lama dalam dosa dengan lawan jenis ini.
Karena ini bukanlah taubatku yang pertama.Bila aku sadar dari mabuk dengan cinta,rindu,sayang dan kasih seorang manusia,aku kembali meneguk madu dari gelas yang di hidangkan syaitan laknat.
Sabar dan bertaqwa itu lah bekal ku.YA RABBUL IZZATI,kembalikan aku ke dalam diriku semula.....seperti diri dengan fitrah yang suci tatkala di lahirkan,yang tunduk menyerah dan taat pada jalan-MU.
Sahabat-sahabat dunia akhiratku,untuk mampu meninggalkan segala yang syubhat,berdosa dan penuh noda....hanya jika hidup mati ini karena ALLAH....jika diri benar-benar mendamba cinta,ridha dan maghfirah-NYA.
Sesungguhnya cinta yang tidak bersandarkan syara itu menjadikan jiwa lemah....seperti lemahnya seorang musafir kehausan di padang pasir luas yang gersang.....dan berakhir di neraka-NYA.Dan cinta yang di pelihara ALLAH menjadikan jiwa hamba-NYA teguh seolah-olah teguhnya jiwa seorang pejuang yang merindui syahid di jalan ALLAH.